Kamis, 12 Januari 2017

PERANAN GEOGRAFI UNTUK PEMBANGUNAN EKONOMI NASIONAL DI ERA GLOBAL



TUGAS FINAL
GEOGRAFI EKONOMI DAN INDUSTRI (ABKA552)
“PERANAN GEOGRAFI UNTUK PEMBANGUNAN EKONOMI NASIONAL DI ERA GLOBAL”
Description: E:\CATATAN\IMAGE\Logo ULM.png
Dosen Pembimbing:
Dr. ELLYN NORMELANI, M.Pd.
SELAMAT RIADI, M.Pd.
Disusun Oleh :
RARA ANGGRAENI (A1A514049)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2017

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas ini. Penulis juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pembuatan tugas ini terutama kepada Dosen yang telah membimbing kami sehingga penulis bisa menyelesaikan “Makalah Peranan Geografi untuk Pembangunan Ekonomi Nasional di Era Global.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi, penulisan maupun kata-kata yang digunakan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran serta kritik yang membangun dari berbagai pihak. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada  semua  pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas ini.







Banjarmasin,  11 Januari  2017


Penyusun








DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………………….       2
Daftar Isi …………………………………………………………………………...       3
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………     4   
A.    Latar Belakang ……………………………………………………………...      4
B.     Rumusan Masalah …………………………………………………………..      5
C.     Tujuan ……………………………………………………………………….     5

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………….            6
1.1  Geografi Ekonomi ……………………..……………………………..........       6
1.2  Penerapan Ilmu Geografi dalam Aspek Ekonomi .......................................................................................................................................................................................................................       6
1.3  Pembangunan Global Berkelanjutan .............................................................       7   
1.4  Peranan Geografi dalam Pembangunan Ekonomi di Era Globalisasi .................................               10

BAB III PENUTUP ………………………………………………………………       12 
A.    Kesimpulan....................................................................................................       12
B.     Saran..............................................................................................................       12
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………….                  13











BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Era global dicirikan dengan kemajuan teknologi bidang informasi dan komunikasi yang mewarnai segala segi kehidupan dan peradapan manusia. Kemajuan teknologi ICT telah menyebabkan negara tanpa batas, karena informasi dengan cepat dan mudah diakses, sehingga kepiawaian mengelola informasi akan menjadikan suatu bangsa menjadi leading dalam berbagai segi kehidupan. Dalam hal aplikasi ilmu geografi, ICT telah menjadikan terapan konsep dalam geogafi menjadi nyata. Tampilan 2, 3 dan 4 dimensi obyek geografi menjadikan ilmu ini semakin tampak manfaat pentingnya dalam berbagai program pembangunan nasional, baik dalam pengembangan wilayah maupun dalam pengelolaan wilayah akibat bencana.

Disiplin ilmu Geografi berkembang akibat tuntutan kebutuhan manusia. Setiap  generasi cenderung memiliki perbedaan kebutuhan sesuai perkembangan masyarakat saat itu (Holt-Jensen, 1980 p. 9).  Dalam kehidupannya, setiap individu pada umumnya memiliki kemampuan untuk menjelaskan tentang   situasi dan kondisi tempat tinggalnya serta memberikan penjelasan apa yang terjadi jika menetap di tempat lain yang berbeda. Pernyataan tersebut mengandung arti bahwa setiap manusia pada dasarnya sudah memiliki apa yang disebut “geographical thingking” (pola berpikir geografis).












B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian geografi ekonomi ?
2.      Bagaimana penerapan ilmu geografi dalam aspek ekonomi ?
3.      Apa yang dimaksud dengan pembangunan global yang berkelanjutan ?
4.      Bagaimana peranan geografi dalam pembangunan ekonomi di era globalisasi ?

C.    TUJUAN
1.      Untuk mengetahui pengertian geografi ekonomi.
2.      Untuk mengetahui penerapan ilmu geografi dalam aspek ekonomi.
3.      Untuk mengetahui pembangunan global yang berkelanjutan.
4.      Untuk mengetahui peranan geografi dalam pembangunan ekonomi di era globalisasi.






















BAB II
PEMBAHASAN
1.1.   Geografi Ekonomi
Nursid (1988:54 ) mendefinisikan geografi ekonomi sebagai cabang geografi manusia yang bidang studinya struktur aktivitas keruangan ekonomi sehingga titik berat studinya adalah aspek keruangan struktur ekonomi manusia yang di dalamnya bidang pertanian, industri, perdagangan, komunikasi, transportasi dan lain sebagainya. Sedangkan H. Robinson (1979) mengartikan geografi ekonomi sebagai ilmu yang membahas mengenai cara-cara manusia dalam kelangsungan hidupnya berkaitan dengan aspek keruangan, dalam hal ini berhubungan dengan eksplorasi sumber daya alam dari bumi oleh manusia, produksi dari komoditi (bahan mentah, bahan pangan, barang pabrik) kemudian usaha transportasi, distribusi, konsumsi. (Suharyono, 1994 : 34). Geografi ekonomi merupakan cabang dari geografi manusia di mana bidang studinya adalah struktur keruangan aktivitas ekonomi (Miller, Aleksander, 1984) . Geografi sebagai studi variasi keruangan di permukaan bumi di mana manusia melakukan aktivitas yang berhubungan dengan produksi, pertukaran dan pemakaian sumber daya demi kesejahteraannya, dapat diartikan bahwa geografi ekonomi berarti mengenai ruang lingkup manusia dalam aktivitas ekonominya. Di dalamnya terdapat kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilakukan manusia. Setiap daerah pasti berbeda aktivitas atau kegiatan ekonominya, karena setiap daerah atau ruang itu berbeda. Jadi, geografi ekonomi adalah aktivitas ekonomi manusia sebagai obyeknya di suatu ruang atau ruang tertentu.

1.2.   Penerapan Ilmu Geografi dalam Aspek Ekonomi
Industri-industri dalam arti luas adalah seluruh kegiatan manusia yang produktif, jadi di sini industri meliputi juga industri pertanian, industri peternakan, pertambangan, dan sebagainya. Sedangkan dalam arti sempit industri dapat diartikan dengan bagian dari proses produksi yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi. Dalam suatu industri pasti bebeda-beda karena harus menyesuaikan daerah yang akan di jadikan suatu industri. Faktor yang menunjang dalam perindustrian di Indonesia yaitu:
a.       Jumlah penduduk Indonesia sangat banyak (sebagai tenaga kerja dan pemasaran/konsumen).
b.      Suasana industri yang baik.
c.       Jaringan komunikasi dan transportasi yang mantap.
d.      Terjaminnya persediaan bahan mentah (hasil pertanian, hasil hutan, hasil laut, hasil tambang).
e.       Tersedianya tenaga energi.
f.       Pasar dan sarana pasar yang baik.
g.      Perangkat pengelola yang baik.
h.      Ketentraman politik dan sosial.
i.        Posisi silang Indonesia yang strategis (memperlancar pemasaran ke negara tetangga).

Kontribusi geografi dalam perekonomian berbasis pertanian sendiri bagi bangsa Indonesia memiliki peranan yang sangat besar bagi kelangsungan hidup masyarakat pada khususnya karena Indonesia merupakan negara agraris di mana sektor yang paling mendukung untuk dikembangkan. Apalagi negara Indonesia masih masuk dalam jajaran negara berkembang yang mana kebanyakan negara berkembang, sektor yang paling diminati untuk dijadikan mata pencaharian adalah sektor pertanian. Pertanian adalah salah satu sektor yang di dalamnya terdapat penggunaan sumber daya hayati untuk memproduksi suatu bahan pangan,bahan baku industri dan sumber energi. Bagian terbesar penduduk dunia adalah bermata pencaharian dalam bidang-bidang pertanian dan pertanian juga mencakup berbagai bidang.

1.3.   Pembangunan Global Berkelanjutan
Globalisasi adalah sebuah fenomena atau proses yang menggejala hampir di seluruh pelosok dunia, tak luput juga di Indonesia. Tidak mudah untuk mendapatkan definisi globalisasi yang holistik, karena memang sebagian besar hanya definisi kerja, sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Achmad Suparman mendefinisikan globalisasi sebagai proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Ada juga yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Sehingga dapat kita ambil kesimpulan bahwa globalisasi dapat meningkatkan tekanan kepada dunia untuk menjadi suatu aliran jaringan tunggal dari uang, gagasan-gagasan dan hal-hal lainnya. Sebagai proses untuk membentuk jaringan tunggal, globalisasi membutuhkan penyebaran informasi agar masing-masing tempat di dunia ini mempunyai persepsi yang sama. Penyebaran unsur-unsur baru dalam globalisasi, khususnya informasi secara mendunia terjadi melalui media cetak dan elektronik. Sehingga bisa dikatakan globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi dunia. Sebelum era globalisasi, Indonesia sebagai bagian dari negara berkembang bisa membatasi kebijakan pembangunan hanya untuk konsumsi dalam negeri atau paling luas untuk lingkup ASEAN, tapi memasuki era globalisasi pembangunan harus juga menyesuaikan dengan kepentingan banyak negara. Dengan demikian perlu dipikirkan konsep yang jelas agar keberadaan globalisasi bisa mendukung pembangunan di Indonesia.

Tujuan pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Jika menilik dari keyakinan Karl Marx bahwa seseorang adalah cerminan dari masyarakatnya, maka pembangunan manusia Indonesia sangat tergantung dari pembangunan masyarakatnya. Agar manusia Indonesia dikenal baik oleh dunia, maka pembangunan masyarakat secara holistik adalah wajib hukumnya dalam setiap kebijakan pembangunan. Paradigma pembangunan yang sekarang dipakai dan sedang diupayakan pemerintah Indonesia keberlangsungannya adalah pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) didefinisikan sebagai proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat, dan sebagainya) yang berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan” (menurut Brundtland Report dari PBB, 1987). Dari penekanan “tanpa mengorbankan pemenuhan generasi masa depan”, salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial masyarakat sehingga pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan, lebih luas dari itu, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan yaitu, pembangunan sosial budaya, pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Kebijakan pembangunan sosial dan budaya lebih dominan memperhatikan masalah kemiskinan. Konsep dasar pembangunan dalam aspek sosial dan budaya ini bertumpu pada dua hal. Pertama konsep kebutuhan, khususnya kebutuhan kaum miskin sedunia terhadap siapa prioritas utama perlu diberikan. Kedua, gagasan keterbatasan yang bersumber pada keadaan teknologi dan organisasi sosial yang dihubungkan dengan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan masa mendatang. Dengan demikian keprihatinan mengatasi kemiskinan dan ikhtiar menghadapi menanggapi keterbatasan akibat keadaan teknologi dan organisasi sosial menjadi latar belakang pembahasan masalah-masalah lingkungan dan pembangunan. Selain hal diatas, dalam aspek sosial sebenarnya Indonesia mempunyai modal sosial yang kuat. Hal ini akan menjadi pendukung pembangunan yang berkeadilan sosial. Kegotong-royongan, teposliro, sikap saling percaya yang menjadi ciri khas negara ini diyakini akan mereduksi kesenjangan sosial. Tapi tidak lantas berhenti sampai disini, diperlukan kebijakan dari aspek lain yang bisa mendukung pembangunan berkelanjutan ini.

Kebijakan selanjutnya adalah ekonomi. Masalah yang harus diperhatikan dalam bidang ekonomi disini adalah kesejahteraan dan pemerataan sehingga konsepnya ketika pembangunan berhasil meningkatkan kualitas ekonomi, hal itu bisa dinikmati oleh semua masyarakat. Kalaupun belum merata secara total, setidaknya bisa mereduksi kesenjangan antara si miskin dan si kaya, maupun antara negara maju dan yang belum maju. Kebijakan yang terakhir terkait dengan aspek lingkungan. Aspek lingkungan ini menitikberatkan konsep pembangunan yang bijaksana dengan tujuan meningkatkan kualitas. Dengan istilah lain dibahasakan sebagai pembangunan berwawasan lingkungan dengan selalu memperhatikan sumber daya alam dan daya dukung lingkungan yang memadai. Sedangkan menurut Emil Salim, pembangunan berwawasan lingkungan merupakan upaya sadar dan berencana dalam menggunakan dan mengelola sumber daya alam secara bijaksana dalam pembangunan yang berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas hidup. Pembangunan berkelanjutan yang dikawal keberadaannya oleh globalisasi, dipandang kaum globalis seharusnya bisa menjadi bagian dari pembangunan dunia. Ini berarti setiap langkah kebijakan dan implementasi pembangunan di Indonesia sejalan dengan pembangunan negara-negara lain.




1.4.   Peranan Geografi dalam Pembangunan Ekonomi di Era Globalisasi
Dalam era pembangunan dan globalisasi, diperlukan data geospasial yang lengkap, baru, akurat, pengelolaan data dan informasi yang mudah diakses. Dalam hal ini, teknik penginderaan jauh dan SIG dapat memberikan solusi tentang data dan imformasi obyek geografi, baik lithosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer. Teknologi penginderaan jauh, melalui produk yang dihasilkan (citra foto, citra satelit) dapat dimanfaatkan sebagai sumber data obyek geografi maupun informasi lingkungan, baik lingkungan abiotik (sumber daya alam), lingkungan biotik (flora dan fauna), serta lingkungan budaya (bentuk penggunaan lahan dan semua hasil budidaya manusia). Data dan informasi geospasial dapat berupa peta dasar, peta tematik, citra foto udara, citra satelit, chart, denah, maket, sistem informasi spasial, baik yang statik maupun dinamik. Teknologi pengelolaan informasi geospasial memanfaatkan teknologi ICT dengan intens, sehingga bidang kajian geografi tidak hanya meliputi geografi fisik dan geografi manusia, tetapi juga didukung oleh teknologi informasi geografi, yang menjadikan kajian geografi makin bermakna.

Data dan informasi geospasial dapat diperoleh secara langsung melalui teknik pengukuran, sensus ataupun observasi, sesuai dengan tujuan perolehannya. Pengolahan citra penginderaan jauh, dapat dimanfaatkan untuk berbagai aplikasi, terutama dalam bidang SDA dan LH. Manfaat tersebut antara lain perolehan data dan informasi tentang jenis, luas, distribusi, dan kualitas SDA dan LH secara cepat dan perubahan-perubahannya. Teknik penginderaan jauh memerlukan tenaga dan pelaksana yang mampu mengelola citra : interpretasi citra hingga menyajikannya ke dalam bentuk peta sumber daya atau produk digital lainnya. Produk tersebut kemudian dapat digunakan sebagai input dalam penyusunan basis data wilayah, yang bermanfaat untuk berbagai keperluan pengelolaan wilayah. Program pembangunan nasional tahun 2000, tercantum dalam UU No. 25 tahun 2000, bab X memuat Program Pengembangan dan Peningkatan Akses Informasi sumber daya alam (SDA) dan Lingkungan Hidup (LH). Butir-butir rincian dalam UU tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk menunjukkan manfaat geografi dan informasi geospasial, turunan dan obyek geografi. Program tersebut berisi perlunya:
1.      Inventarisasi dan evaluasi potensi SDA dan lingkungan hidup (LH), yang meliputi darat, laut, udara.
2.      Valuasi potensi sumberdaya hutan, air, laut, udara dan mineral, yang memungkinkan semua sumberdaya memiliki harkat, yang bermanfaat bagi pelaksanaan UU 4/1982, tentang lingkungan hidup.
3.      Pengkajian neraca sumber daya alam, baik spasial maupun numerik.
4.      Penyusunan produk domestik bruto hijau secara bertahap.
5.      Pendataan kawasan ekosistem yang rentan terhadap kerusakan, termasuk wilayah kepulauan.
6.      Pendataan batas kawasan hutan, pengkajian IPTEK bidang sistem informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup.
7.      Peningkatan akses informasi SDA dan LH kepada masyarakat, stake holders.

Butir-butir tersebut dengan jelas mewajibkan pada semua spasial data provider untuk mengembangkan sistem informasi spasial geografis, yang dapat memberikan layanan kepada masyarakat secara real time dan menyeluruh. Agar supaya suatu lembaga dapat melaksanakan kegiatan pengelolaan wilayah untuk pembangunan dan menanggulangi bencana, maka sebuah institusi pengelolaan data amat diperlukan. Penyusunan institusi tersebut memerlukan tersedianya hardware, software, data spasial dan numerik, sumber daya manusia, prosedur kerja standart, dan mekanisme pendukung. Pengembangan institusi semacam ini memerlukan pemantapan tujuan, dukungan dana, sumber daya manusia (teknisi, analis, pengelola), spasial information expert, application GIS expert dan perlu berhubungan dengan para vendor.












BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Geografi ekonomi adalah aktivitas ekonomi manusia sebagai obyeknya di suatu ruang atau ruang tertentu. Penerapan ilmu geografi dalam aspek ekonomi dapat diterapkan dalam penentuan wilayah atau lokasi sektor industri. Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) didefinisikan sebagai proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat, dan sebagainya) yang berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan” (menurut Brundtland Report dari PBB, 1987).

Geografi sebagai cabang ilmu yang sudah mapan, dengan obyek kajiannya berupa bumi dan langit, memiliki berbagai peran nyata dalam membangun peradaban bangsa. Peran geografi tersebut antara lain sebagai salah unsur pembentuk negara, mendukung ketahanan nasional (pangan, energi, geopolitik...), mengkaji keberadaan sumber daya alam, manusia dan buatan, mendukung perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan nasional serta menumbuhkan rasa cinta tanah air.

B.     Saran
Melihat kondisi wilayah Indonesia yang begitu kaya akan segala sumber daya alam baik itu sumber daya alam hayati ataupun non hayati seharusnya bangsa Indonesia lebih bisa memanfaatkannya dengan lebih baik dan peran dari pemerintah sangatlah penting dalam kemajuan industri-industri yang ada di Indonesia. Sebaiknya pemerintah tidak melulu fokus terhadap industri besar tetapi industri-industri kecil juga perlu diperhatikan agar industri-industri kecil dapat berkembang dan dapat membantu perekonomian negara.







DAFTAR PUSTAKA
Sumaryadi, I Nyoman, 2005, Perencanaan Pembangunan Daerah Otonomi & Pemberdayaan Masyarakat, Citra Utama, Jakarta.
Subejo & Supriyanto, 2004, Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Menuju Pembangunan Berkelanjutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar